Logo
   
   
Memaknai Ilmu
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

TENTANG PENGETAHUAN : Manusia pertama, Adam as, telah dimuliakan karena pengetahuan. Namun, pengetahuan yang dimaksud bukanlah berasal dari Adam sendiri, namun diajarkan oleh Allah. Yang diajarkan oleh Allah kepada Adam adalah nama-nama (al-asma’). Nama-nama tersebut bisa dipahami sebagai satuan terkecil bahasa manusia, yang membentuk struktur bahasa yang lebih kompleks. Jadi, bahasa tidak bisa diciptakan sendiri tetapi harus diajarkan. Adapun pola berpikir, maka hal itu sudah diciptakan oleh Allah dalam pikiran manusia secara  built-in. Sebagai deskripsi, marilah kita amati seorang bayi. Ia mengenal kata-kata dari lingkungan yang mengajarinya. Namun kata-kata haruslah disusun sedemikian rupa sehingga bermakna dan logis. Pekerjaan menyusun ini dilakukan oleh pikiran manusia. Kemampuan tersebut sudah built-in dalam pikiran manusia, yang akan mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan hidupnya.

Allah telah menciptakan pendengaran, penglihatan, dan hati sebagai gerbang utama dalam mencerap pengetahuan. Pendengaran dan penglihatan merupakan indera utama bagi obyek-obyek fisik. Adapun hati, maka ia merupakan indera utama bagi obyek-obyek nonfisik.

Baca selengkapnya
 
Mengapa Revolusi Ilmu Pengetahuan Terjadi di Eropa dan Bukan di Dunia Muslim?
Ditulis oleh Umar A. M. Kasule   

Sejarah sains memfokuskan kajiannya dengan apa yang terjadi di masa yang lalu berkaitan dengan penemuan-penemuan ilmiah dan juga proses penemuan yang kompleks dan ide yang berkembang dari waktu ke waktu. Fokus ini perlu untuk melihat perilaku suatu masyarakat yang diduga telah memberikan sumbangan terhadap fenomena ilmiah sepanjang sejarah. Dalam rangka inilah suatu peradaban bangsa tertentu patut dihargal atas konstribusinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang saat ini menjadi monopoli Barat dan Amerika.

Baca selengkapnya
 
Westernisasi dan Islamisasi Ilmu
Ditulis oleh Adnin Armas   

Hegemoni peradaban Barat yang didominasi oleh pandangan hidup saintifik (scientific worldview) telah membawa dampak negatif terhadap peradaban lain­nya, khususnya dalam bidang epistemologi. Barangkali, “westernisasi ilmu pengetahuan” adalah istilah yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi ini. Jika hal ini difahami dengan bâik, maka terma Islamisasi Ilmu Pengetahuan kon­temporer” bukan hanya istilah yang wajar dan mudah diterima, tapi lebih merupakan proyek yang membawa keharusan konseptual. Oleh sebab itu, substansi Islamisasi tidak dapat sepenuhnya dimengerti jika tidak dikaitkan dengan persoalan epistemol­ogis yang melanda dunia Islam, dan tantangan yang menjadi sumbernya. Kajian ini akan memaparkan secara singkat Westernisasi ilmu pengetahuan yang menjadi tantan­gan bagi bangunan ilmu pengetahuan Islam untuk dapat memaharni makna dan relevan­si islamisasi.

Baca selengkapnya
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 31 - 36 dari 38